Kamis, 11 Agustus 2016

strategi sistematis untuk menjalankan usaha



A.    Pengertian Strategi
    Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989).

Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:


1. Pengertian Umum
    Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.


2. Pengertian khusus
    Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
 

Stategi dalam menjalankan sebuah usaha maka banyak yang mengatakan pentingnya adanya standar proses dalam strategi usaha/bisnis baik skala besar maupun skala UKM, yaiu :

  •        Standar hasil
  •                Standar proses
  •        Standar perilaku


B.     Perumusan Strategi Menjalankan Usaha
    Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
 

1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan  dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.


2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.


3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.


4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.


5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005)

       Dalam menjalankan usaha, memerlukan berbagai stratgi pilihan, terutma bagi perusahaan atau usaha baru, strategi menjadi jantung kehidupan dari usaha tersebut. Suatu strategi disusun berdasarkan hasil analisis dan informasi yang ada dipsar. Dalam menjalankan suatu usaha baru, terdapat berbagai jeni strategi yang dapat diterapkan dalam usaha tergantung dari kemampuan pengusaha, kondisi usaha, serta jenis usaha yang dijalankan.
1.      Strategi Produk
Strategi pertama yang harus direncanakan adalah strategi mengeni produk, karen yang nantinya diajukan ke konsumen atau pasar adalah produk yang dimiliki. Dalam perencanaan strategi produk terdapat berbagai hal yang perlu dianalisis, yaitu :
a.      Analisis situasi,
b.      Penentuan tujuan produk,
c.       Penentuan sasaran pasar atau produk,
d.      Penentuan anggaran,
e.      Penetapan strategi produk
f.       Evaluasi pelaksanaan strategi
2.      Strategi Harga
  Strategi harga merupakan langkah kedua setelah strategi produk dijalankan, dalam strategi harga terdapat beberapa aspek yang haru dipertimbangka, hal ini sebagai langkah untuk dapat msuk kepasar dan memasarkan produk yang dimiliki. Harga adalah nilai dari suatu produk yang merupakan kombinasi dari total biaya produksi dan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Bagi konsumen, harga adalah indikator nilai dari produk yaitu perbandingan antara nilai guna produk dengan tinggkat harga yang diberikan atau yang harus dibayar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Harga

Dalam strategi harga terdapat beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam penentuan tingkat harga tersebut, diantaranya adalah :

1.)    Faktor internal
 meliputi tujuan pemasaran perusahaan, strategi   bauran pemasaran, dan biaya-biaya perusahaan.


2.)    Faktor eksternal
  • Sifat pasar dan permintaan
  Sifat pasar sangat berpengeruh terhadap strategi pengelolaan dan  melaksanakan usaha, karena produk yang dihasilkan harus sesuai dengan  keadaan dan permintaan dari pasar.

  • Persaingan
Persaingan dalam pasar dipengaruhi oleh beberapa unsur pokok yang sangat mendasar dalam persaingan, unsur-unsur tersebut adalah persaingan dalam industri yang bersangkutan, produk substitusi, pemasok, pelanggan, dan ancaman pendatang baru.

Menurut sutarno, dalam menjalankan usaha perlu diperhatikan hal-hal berikut:

1.Tujuan usaha, yaitu berkaitan dengan mencukupi kebutuhan masyarakat atau mencari laba.

2. Rencana bentuk produksi atau jasa, yaitu berkaitan dengan gambaran tentang
    bentuk dan sifat usahanya

3. Sarana usaha, berkaitan dengan fasilitas pendukung untuk kelancaran usaha,
    seperti:
·        Tenaga kerja yang diperlukan dan kompetensinya
·        Peralatan, yaitu yang berkaitan dengan pemilihan alat yang mudah digunakan dengan cepat, aman, tahan lama, dan murah
·        Bahan baku, yaitu dengan memerhatikan kemungkinan membelinya tunai atau kredit, asal usul bahan, cara pengangkutan dan penyimpanan, serta jumlah pembelian.
·        Permodalan, yaitu berkaitan dengan sumber modal.
·        Pertimbangan ekonomi, dilakukan dengan cara kerja sama dengan pihak lain, bekerja secara efektif untuk menghilangkan pemborosan
4. Proses rencana, untuk memulai kegiatan usaha harus memerhatikan beberapa
                unsur berikut:
      ·        Perencanaan pengadaan produk, biasanya dengan membuat produk sendiri dengan langkah-langkah, antara lain membuat model produk (prototype), merancang produksi, dan merancang sarana produksi.
      ·         Membeli produk dari pihak lain
      ·        Rencana penjualan
      ·        Rencana tempat kerja dan sarana pembantu
5. Pelaksanaan dan pemasaran, meliputi:
      ·        Pelaksanaan, setiap perencanaan diperiksa kembali apakah sarana yang   diperlukan sudah lengkap atau belum, serta dalam pelaksanaannya harus dapat diawasi dan dikontrol dengan baik
      ·        Pemasaran, hal ini berkaitan dengan bagaimana cara perusahaan menyebarluaskan produk, serta produk yang dihasilkan harus memiliki keunggulan bersaing agar menguasai pasar.
      ·        Pengawasan dan penilaian usaha, dengan pengawasan maka penyimpangan akan dapat diketahui dan dicari bagaimana pemecahannya sehingga tidak mengganggu jalannya usaha.


C.     Tingkat-tingkat Strategi dalam menjalankan Usaha
Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu: enterprise strategy, corporate strategy, business strategy dan functional strategy.

a) Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

b) Corporate Strategy
Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-
mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit. Apakah misi universitas yang utama? Apakah misi yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu? Apakah misi utama
direktorat jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini, badan itu? Begitu seterusnya.
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting dan kalau keliru dijawab bisa fatal. Misalnya, kalau jawaban terhadap misi universitas ialah terjun kedalam dunia bisnis agar menjadi kaya maka akibatnya bisa menjadi buruk, baik terhadap anak didiknya, terhadap pemerintah, maupun terhadap bangsa dan negaranya. Bagaimana misi itu dijalankan juga penting. Ini memerlukan keputusan-keputusan stratejik dan perencanaan
stratejik yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi.

c) Business Strategy
Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan
stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.

d) Functional Strategy
Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain.
Ada tiga jenis strategi functional yaitu:
a)     Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
b)     Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating, communicating, decision making, representing, dan integrating.
c)     Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996).
Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal “kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).


D.   Jenis-jenis Strategi dalam menjalankan usaha
Banyak organisasi menjalankan dua strategi atau lebih secara bersamaan, namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh. Di perusahaan yang besar dan terdiversifikasi, strategi kombinasi biasanya digunakan ketika divisi-divisi yang
berlainan menjalankan strategi yang berbeda. Juga, organisasi yang berjuang untuk tetap hidup mungkin menggunakan gabungan dari sejumlah strategi defensif, seperti divestasi, likuidasi, dan rasionalisasi biaya secara bersamaan.

Jenis-jenis strategi adalah sebagai berikut:

1. Strategi Integrasi
Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horizontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok, dan / atau pesaing.

2. Strategi Intensif
Penetrasi pasar, dan pengembangan produk kadang disebut sebagai strategi intensif
karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan.

3. Strategi Diversifikasi
Terdapat tiga jenis strategi diversifikasi, yaitu diversifikasi konsentrik, horizontal, dan konglomerat. Menambah produk atau jasa baru, namun masih terkait biasanya disebut diversifikasi konsentrik. Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal. Menambah produk atau jasa baru yang tidak disebut diversifikasi konglomerat.

4. Strategi Defensif
Disamping strategi integrative, intensif, dan diversifikasi, organisasi juga dapat menjalankan strategi rasionalisasi biaya, divestasi, atau likuidasi.
Rasionalisasi Biaya, terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Kadang disebut sebagai strategi berbalik (turnaround) atau reorganisasi, rasionalisasi biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi. Selama proses rasionalisasi biaya, perencana strategi bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari para pemegang saham, karyawan dan media. Divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akusisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar, atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan. Namun, barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus menderita kerugian dalam jumlah besar.

5. Strategi Umum Michael Porter
Menurut Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum.
Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen.
(David, p.231, 2004)


E.     Menyusun strategi yang sistemtis untuk menjalankan usaha
     Menyusun strategi yang sistematis untuk menjalankan usaha, yang perlu dilakukan :
  a.      Tahap penemuan ide atau gagasan
  b.      Tahap menformulasikan tujuan
  c.      Tahap analisis :
          1)     Analisis aspek pemasaran
          2)     Analisis aspek produksi
          3)     Analisis aspek manajemen
          4)     Analisis aspek keuangan
          5)     Analisis aspek keputusan
  d.      Tahap  pengambilan keputusan
  e.      Kriteria  invetasi

Pengertian pelanggan internal adalah semua orang di dalam perusahaan mulai dari karyawan tingkat bawah sampai direksi.
Pengertian pelanggan eksternal adalah seluruh masyarakat konsumen yang membutuhkan barang atau jasa, yaitu para konsumen akhir.
Harapan pelanggan :
 a.      Kemudahan dalam memperoleh barang dan / jasa
 b.      Persyaratan barang dan jasa
 c.      Harga yang kompetitif
 d.      Cara pelayanan yang tepat
 e.      Layanan purna jual sebagai jaminan dan tanggung jawab

Pengertian persaingan adalah sesuatu yang melekat pada kehidupan dunia usaha atau bisnis itu sendiri.
Manfaat persaingan antara lain :
 a.      Mendorong wirausaha untuk mencapai prestasi didalam usahanya
 b.      Tenaga penjualan dan pemasaran akan dihargai dan dihormati
 c.      Wirausaha akan memperbaiki kualitas, kuanitas, desain/model, manfaat dsb.
 d.      Mendorong wirausaha untuk meningkatkan kerja wirausaha secara prestatif
Kiat mengatasi persaingan usaha
 a.      Faktor- faktor meningkatkan persaingan usaha
 b.      Persaingan usaha yang sehat

Hal- hal yang harus dianalisis berkaitan aspek produksi :
 a.      Lokasi operasi, dan lokasi perusahaan
 b.      Volume produksi
 c.      Mesin dan peralatan
 d.      Bahan baku dan penolong
 e.      Tenaga kerja
 f.       Layout, tata letak
F.    Perencanaan yang sistemmatis dalam menjalankan usaha
Sebuah perencanaan bisnis adalah gambaran kegiatan atau program kerja perusahaan atau wirausaha ke depan, melalui program-program yang telah ditentukan sebagai upaya untuk menggapai  tujuan  bersama.  Perencanaan  menggambarkan prediksi  dan  tindakan yang akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang oleh perusahaan.
Untuk menggapai tujuan  tentunya dibutuhkan perencanaan yang strategis yang mampu mewadahi jalannya perusahaan sesuai dengan situasi dan kondisi. 
 1. Perencanaan  sebaiknya fleksibel sehingga mudah beradaptasi dengan perubahan yang disebabkan oleh permintaan pasar dan pengaruh lingkungan masyarakat.
 2. Perencanaan sebaiknya bersifat responsif atas lingkungan dan kondisi pasar.
 3. Perencanaan sebaiknya cukup kreatif untuk menginspirasi komitmen dan membuat perencanaan yang dapat menonjolkan perusahaan atau organisasi di dunia bisnis.
 4. Perencanaan sebaiknya menantang, tetapi harus membuat perencanaan yang realistis sehingg  orang dapat menerima dan mau bergabung dalam usaha Anda.
 5. Perencanaan harus fokus secara jelas, terdefinisi dengan baik

tujuan perencanaan strategis :

1.      Memberikan pemahaman pada organisasi/perusahaan mengenai posisi organisasi/perusahaan dalam pasar.
2.      Memberikan arahan dan tujuan pergerakan organisasi/perusahaan.
3.      Meningkatkan komunikasi dan motivasi orang-orang yang terlibat dan  mengetahui  prospek  bisnis  mereka  ke  depan  sehingga  dapat memotivasi  mereka  untuk  bekerja  dengan  kepercayaan  diri  dan  kerja keras.
4.      Kontrol pada masalah utama seperti kualitas, produksi, dan customer.

5.      Membantu organisasi mencapai hasil yang diinginkan dan menjadi target organisasi/perusahaan selama ini, yang telah tersusun dalam perencanaan bisnis.

1 komentar: