A. Pengertian
Strategi
Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989).
Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
2. Pengertian khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989).
Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
2. Pengertian khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Stategi
dalam menjalankan sebuah usaha maka banyak yang mengatakan pentingnya adanya
standar proses dalam strategi usaha/bisnis baik skala besar maupun skala UKM,
yaiu :
- Standar hasil
- Standar proses
- Standar perilaku
B. Perumusan
Strategi Menjalankan Usaha
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005)
Dalam menjalankan usaha, memerlukan berbagai stratgi pilihan, terutma bagi perusahaan atau usaha baru, strategi menjadi jantung kehidupan dari usaha tersebut. Suatu strategi disusun berdasarkan hasil analisis dan informasi yang ada dipsar. Dalam menjalankan suatu usaha baru, terdapat berbagai jeni strategi yang dapat diterapkan dalam usaha tergantung dari kemampuan pengusaha, kondisi usaha, serta jenis usaha yang dijalankan.
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005)
Dalam menjalankan usaha, memerlukan berbagai stratgi pilihan, terutma bagi perusahaan atau usaha baru, strategi menjadi jantung kehidupan dari usaha tersebut. Suatu strategi disusun berdasarkan hasil analisis dan informasi yang ada dipsar. Dalam menjalankan suatu usaha baru, terdapat berbagai jeni strategi yang dapat diterapkan dalam usaha tergantung dari kemampuan pengusaha, kondisi usaha, serta jenis usaha yang dijalankan.
1. Strategi
Produk
Strategi
pertama yang harus direncanakan adalah strategi mengeni produk, karen yang
nantinya diajukan ke konsumen atau pasar adalah produk yang dimiliki. Dalam
perencanaan strategi produk terdapat berbagai hal yang perlu dianalisis, yaitu
:
a. Analisis
situasi,
b. Penentuan tujuan produk,
c. Penentuan sasaran pasar atau produk,
d. Penentuan anggaran,
e. Penetapan strategi produk
f. Evaluasi pelaksanaan strategi
b. Penentuan tujuan produk,
c. Penentuan sasaran pasar atau produk,
d. Penentuan anggaran,
e. Penetapan strategi produk
f. Evaluasi pelaksanaan strategi
2. Strategi
Harga
Strategi
harga merupakan langkah kedua setelah strategi produk dijalankan, dalam
strategi harga terdapat beberapa aspek yang haru dipertimbangka, hal ini
sebagai langkah untuk dapat msuk kepasar dan memasarkan produk yang dimiliki.
Harga adalah nilai dari suatu produk yang merupakan kombinasi dari total biaya
produksi dan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Bagi konsumen, harga
adalah indikator nilai dari produk yaitu perbandingan antara nilai guna produk
dengan tinggkat harga yang diberikan atau yang harus dibayar.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Harga
Dalam strategi harga terdapat beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam penentuan tingkat harga tersebut, diantaranya adalah :
1.) Faktor internal
meliputi tujuan pemasaran perusahaan, strategi bauran pemasaran, dan biaya-biaya perusahaan.
2.) Faktor eksternal
- Sifat pasar dan permintaan
- Persaingan
Persaingan
dalam pasar dipengaruhi oleh beberapa unsur pokok yang sangat mendasar dalam
persaingan, unsur-unsur tersebut adalah persaingan dalam industri yang
bersangkutan, produk substitusi, pemasok, pelanggan, dan ancaman pendatang
baru.
Menurut sutarno, dalam
menjalankan usaha perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1.Tujuan usaha, yaitu berkaitan dengan mencukupi kebutuhan masyarakat atau mencari laba.
1.Tujuan usaha, yaitu berkaitan dengan mencukupi kebutuhan masyarakat atau mencari laba.
2. Rencana bentuk produksi atau jasa, yaitu berkaitan dengan gambaran tentang
bentuk dan sifat usahanya
3. Sarana usaha, berkaitan dengan fasilitas pendukung untuk kelancaran usaha,
seperti:
·
Tenaga kerja yang diperlukan dan
kompetensinya
·
Peralatan, yaitu yang berkaitan dengan
pemilihan alat yang mudah digunakan dengan cepat, aman, tahan lama, dan murah
·
Bahan baku, yaitu dengan memerhatikan
kemungkinan membelinya tunai atau kredit, asal usul bahan, cara pengangkutan
dan penyimpanan, serta jumlah pembelian.
·
Permodalan, yaitu berkaitan dengan
sumber modal.
·
Pertimbangan ekonomi, dilakukan dengan
cara kerja sama dengan pihak lain, bekerja secara efektif untuk menghilangkan
pemborosan
4. Proses rencana,
untuk memulai kegiatan usaha harus memerhatikan beberapa
unsur berikut:
unsur berikut:
·
Perencanaan pengadaan produk, biasanya
dengan membuat produk sendiri dengan langkah-langkah, antara lain membuat model
produk (prototype), merancang produksi, dan merancang sarana produksi.
·
Membeli produk dari pihak lain
·
Rencana penjualan
·
Rencana tempat kerja dan sarana pembantu
5. Pelaksanaan dan
pemasaran, meliputi:
·
Pelaksanaan, setiap perencanaan
diperiksa kembali apakah sarana yang diperlukan sudah lengkap atau belum, serta
dalam pelaksanaannya harus dapat diawasi dan dikontrol dengan baik
·
Pemasaran, hal ini berkaitan dengan bagaimana
cara perusahaan menyebarluaskan produk, serta produk yang dihasilkan harus
memiliki keunggulan bersaing agar menguasai pasar.
·
Pengawasan dan penilaian usaha, dengan
pengawasan maka penyimpangan akan dapat diketahui dan dicari bagaimana
pemecahannya sehingga tidak mengganggu jalannya usaha.
C. Tingkat-tingkat Strategi dalam
menjalankan Usaha
Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.
Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut
Master Strategy, yaitu: enterprise strategy, corporate strategy, business
strategy dan functional strategy.
a) Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan dengan respons
masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat
adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di
dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai
kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial
lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan
masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat
menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi
sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap
tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
b) Corporate Strategy
Strategi ini berkaitan dengan misi
organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang
digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan
kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-
mata
untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi
pemerintahan dan organisasi nonprofit. Apakah misi universitas yang utama?
Apakah misi yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu?
Apakah misi utama
direktorat
jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini, badan itu? Begitu
seterusnya.
Jawaban
terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting dan kalau keliru dijawab bisa
fatal. Misalnya, kalau jawaban terhadap misi universitas ialah terjun kedalam
dunia bisnis agar menjadi kaya maka akibatnya bisa menjadi buruk, baik terhadap
anak didiknya, terhadap pemerintah, maupun terhadap bangsa dan negaranya.
Bagaimana misi itu dijalankan juga penting. Ini memerlukan keputusan-keputusan
stratejik dan perencanaan
stratejik
yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi.
c)
Business Strategy
Strategi pada tingkat ini menjabarkan
bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan
organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan sebagainya.
Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan
stratejik
yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih
baik.
d)
Functional Strategy
Strategi ini merupakan strategi
pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain.
Ada tiga jenis strategi functional
yaitu:
a) Strategi
functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi
hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan
dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
b) Strategi
functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning,
organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating,
communicating, decision making, representing, dan integrating.
c) Strategi
isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi
lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang
selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996).
Tingkat-tingkat strategi itu merupakan
kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan
tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian
administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal “kesehatan”
organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).
D.
Jenis-jenis
Strategi dalam menjalankan usaha
Banyak organisasi menjalankan dua
strategi atau lebih secara bersamaan, namun strategi kombinasi dapat sangat
beresiko jika dijalankan terlalu jauh. Di perusahaan yang besar dan
terdiversifikasi, strategi kombinasi biasanya digunakan ketika divisi-divisi
yang
berlainan
menjalankan strategi yang berbeda. Juga, organisasi yang berjuang untuk tetap
hidup mungkin menggunakan gabungan dari sejumlah strategi defensif, seperti
divestasi, likuidasi, dan rasionalisasi biaya secara bersamaan.
Jenis-jenis
strategi adalah sebagai berikut:
1. Strategi Integrasi
Integrasi ke depan, integrasi ke
belakang, integrasi horizontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi
vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat
mengendalikan para distributor, pemasok, dan / atau pesaing.
2. Strategi Intensif
Penetrasi pasar, dan pengembangan
produk kadang disebut sebagai strategi intensif
karena semuanya memerlukan
usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada
hendak ditingkatkan.
3. Strategi Diversifikasi
Terdapat tiga jenis strategi
diversifikasi, yaitu diversifikasi konsentrik, horizontal, dan konglomerat.
Menambah produk atau jasa baru, namun masih terkait biasanya disebut
diversifikasi konsentrik. Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait
untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal. Menambah
produk atau jasa baru yang tidak disebut diversifikasi konglomerat.
4. Strategi Defensif
Disamping strategi integrative,
intensif, dan diversifikasi, organisasi juga dapat menjalankan strategi
rasionalisasi biaya, divestasi, atau likuidasi.
Rasionalisasi Biaya, terjadi ketika
suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset
untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Kadang
disebut sebagai strategi berbalik (turnaround) atau reorganisasi, rasionalisasi
biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi. Selama
proses rasionalisasi biaya, perencana strategi bekerja dengan sumber daya
terbatas dan menghadapi tekanan dari para pemegang saham, karyawan dan media. Divestasi adalah menjual suatu divisi atau
bagian dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal
yang selanjutnya akan digunakan untuk akusisi atau investasi strategis lebih
lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya
menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan,
yang memerlukan modal terlalu besar, atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya
dalam perusahaan. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara
bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan
kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit
dilakukan. Namun, barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus
menderita kerugian dalam jumlah besar.
5. Strategi Umum Michael Porter
Menurut Porter, ada tiga landasan
strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu
keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi
umum.
Keunggulan biaya menekankan pada
pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen
yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan
membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan
ditujukan kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan
harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi
keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen.
(David, p.231, 2004)
E. Menyusun
strategi yang sistemtis untuk menjalankan usaha
Menyusun strategi yang sistematis untuk menjalankan usaha,
yang perlu dilakukan :
a. Tahap penemuan ide atau gagasan
b. Tahap menformulasikan tujuan
c. Tahap analisis :
1) Analisis aspek pemasaran
2) Analisis aspek produksi
3) Analisis aspek manajemen
4) Analisis aspek keuangan
5) Analisis aspek keputusan
d. Tahap
pengambilan keputusan
e. Kriteria
invetasi
Pengertian pelanggan internal adalah semua orang di dalam perusahaan mulai dari karyawan tingkat bawah sampai direksi.
Pengertian pelanggan eksternal adalah seluruh
masyarakat konsumen yang membutuhkan barang atau jasa, yaitu para konsumen
akhir.
Harapan pelanggan :
a. Kemudahan dalam memperoleh barang dan / jasa
b. Persyaratan barang dan jasa
c. Harga yang kompetitif
d. Cara pelayanan yang tepat
e. Layanan purna jual sebagai jaminan dan tanggung jawab
Pengertian persaingan adalah sesuatu yang melekat pada
kehidupan dunia usaha atau bisnis itu sendiri.
Manfaat persaingan antara lain :
a. Mendorong wirausaha untuk mencapai prestasi didalam
usahanya
b. Tenaga penjualan dan pemasaran akan dihargai dan
dihormati
c. Wirausaha akan memperbaiki kualitas, kuanitas,
desain/model, manfaat dsb.
d. Mendorong wirausaha untuk meningkatkan kerja wirausaha
secara prestatif
Kiat mengatasi persaingan usaha
a. Faktor- faktor meningkatkan persaingan usaha
b. Persaingan usaha yang sehat
Hal- hal yang harus dianalisis
berkaitan aspek produksi :
a. Lokasi operasi, dan lokasi perusahaan
b. Volume produksi
c. Mesin dan peralatan
d. Bahan baku dan penolong
e. Tenaga kerja
f. Layout, tata letak
F. Perencanaan yang sistemmatis dalam
menjalankan usaha
Sebuah perencanaan bisnis adalah
gambaran kegiatan atau program kerja perusahaan atau wirausaha
ke depan, melalui program-program yang
telah ditentukan sebagai upaya untuk menggapai
tujuan bersama. Perencanaan menggambarkan prediksi
dan tindakan yang akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah,
dan panjang oleh perusahaan.
Untuk menggapai tujuan tentunya dibutuhkan
perencanaan yang strategis yang mampu mewadahi jalannya
perusahaan sesuai dengan situasi dan kondisi.
1.
Perencanaan sebaiknya fleksibel
sehingga mudah beradaptasi dengan perubahan yang
disebabkan oleh permintaan pasar dan pengaruh
lingkungan masyarakat.
2.
Perencanaan sebaiknya bersifat responsif
atas lingkungan dan kondisi pasar.
3.
Perencanaan sebaiknya
cukup kreatif untuk menginspirasi komitmen dan membuat perencanaan
yang dapat menonjolkan perusahaan
atau organisasi di dunia bisnis.
4.
Perencanaan sebaiknya menantang, tetapi
harus membuat perencanaan yang realistis sehingg orang dapat
menerima dan mau bergabung dalam usaha Anda.
5.
Perencanaan harus fokus secara
jelas, terdefinisi dengan baik
tujuan perencanaan strategis
:
1. Memberikan pemahaman pada organisasi/perusahaan mengenai posisi organisasi/perusahaan dalam pasar.
2.
Memberikan arahan dan tujuan pergerakan
organisasi/perusahaan.
3.
Meningkatkan komunikasi dan
motivasi orang-orang yang terlibat dan mengetahui
prospek bisnis mereka ke depan sehingga
dapat memotivasi mereka untuk bekerja dengan
kepercayaan diri dan kerja keras.
4.
Kontrol pada masalah utama
seperti kualitas, produksi, dan customer.
5.
Membantu organisasi
mencapai hasil yang diinginkan dan menjadi
target organisasi/perusahaan selama ini, yang telah
tersusun dalam perencanaan bisnis.
wow
BalasHapus